Friday, April 29, 2011

Mo+No+Log

Gadis itu tiba-tiba meronta, sekerumun malaikat menarik tangannya kemudian mencengkramnya. Gadis itu cepat-cepat menenggelamkan kepalanya. SAYA TIDAK GILA!!!! kalian menyakiti saya dengan mengikat kedua tangan saya seperti ini, berbisik lirih setengah terisak.

Hei gadis manis, malaikat itu makhluk baik hati, mereka hanya ingin menjauhkanmu dari tangan nakalmu yang selalu saja berusaha melukai dadamu sendiri. Gadis itu mengerang, berfikir jika dengan cara ini mereka telah melukaiku. Tidak ada yang mungkin bisa menyembuhkan luka dengan luka.

Gadis itu berteriak membela diri, biarkan saja saya menyakiti diri, kamu juga sama, suka sakit seperti ini? tapi sakitnya menyenangkan bukan? Naah, jadi biarkan saja dia terluka. Seperti kalian melukai tangan, kaki dan kepala diri sendiri. Tolong akui saja kita pencandu luka. Lagi pula gadis tersebut suka riak perihnya, suka bulir air yang menghangati matanya. Dia tidak terobsesi, hanya menikmati gundah, nanti juga akan lelah.

Kemudian gadis mendebat, lebih baik saya terluka oleh luka yang saya suka, dari pada kalian mengalihkan luka dengan luka yang tak tahu itu apa.

Terima kasih untuk hatinya, menyenangkan sekali diperhatikan, tapi saya masih belum ingat caranya tertawa, biarkan saja saya belajar kembali dimulai dari cara menangis yang  lebih terlihat seperti meringis.

No comments: