Friday, April 8, 2011

Kaki hati yang tak mau berhenti berlari, mengacuhkan nurani...

Kamu terus mendominasi, dan akupun terus membuntuti. Aku baru ingat, di awal kamu pernah berucap jika jalan yang akan kita tempuh akan penuh dengan rintangan; terjal, berbatu, berkelok, menanjak dan menurun, arghh bodohnya, aku tetapkan untuk ikutt.

Aku capek... ya capek terlalu, mengikutimu tanpa arah tujuan yang jelas, mau kemana kita? seberapa jauh perjalanan ini? bisa kamu pastikan kita akan selamat sampai tujuan? semua samar, meraba-raba yang tak nyata...sampai kapan?

Aku benci... ya aku benci, karena harus selalu seperti ini, selalu sesuka kamu, aku ulang "SELALU SESUKA KAMU". Tidakkah kamu mau mengerti ketika aku memintamu untuk melambatkan langkah kaki hati yang semakin tak terkendali.

nurani: "Heii kamu, tolong hentikan perjalanan ini?".

kaki hati: diam dan hanya berkata "kenapa?".

nurani: "aku capek, dan aku tahu jika kamu juga sudah kelelahan kram tak bisa menahan beban, bagaimana bisa mencoba berlari lagi?".

kaki hati: masih tetap diam, parahnya tak berucap sepatah katapun.

nurani: mencoba menyimak, tapi tak terlihat harapan disana.

Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan? Aku tidak suka melihat nurani dan kaki hati saling debat, Harusnya mereka bisa berjalan beriringan. Haruskah sama seperti kita, yang tidak bisa berjalan beriringan, kamu berjalan terlalu cepat, aku tidak bisa menyamai langkahmu. Entah apa dan tiba-tiba aku menghentikan langkahku sendiri, terdiam, seperti kehilangan ingatan. Bagaimana rasanya berlari sendirian? Kamu sadar, aku hilang, mencoba kembali dan mencari. Kenapa harus kembali? Kenapa harus mencari? 

kaki hati: "hei kenapa berhenti, ayo kita berlari lagi".

nurani: "harus kita berlari? aku sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan ini".

kaki hati: "aku kembali untukmu, aku tidak bisa jika harus berjalan sendirian".

nurani: "tidak.. tidak.. kamu bisa, kamu tidak membutuhkan aku".

kaki hati: "ayoo kita harus segera sampai tujuan"

nurani: "kenapa??kenapa terus membawaku, kamu tidak peduli dengan keadaanku, harusnya kamu tidak kembali menjemputku".

kaki hati: "aku harus membawamu karena aku membutuhkanmu, kamu tahu jika kita satu, tanpa kamu  aku tidak bernyawa, ketika aku terjatuh, aku membutuhkanmu untuk menarikku kembali berdiri, bagaimana bisa aku membiarkanmu, aku berjalan didepan kemudian berlari agar salah satu dari kita cepat sampai tujuan, ketika aku sampai, aku akan menyambutmu dengan semua harapan, setelah itu kita akan terus berjalan beriringan"

nurani: "ijinkan aku bersandar untuk beberapa saat, hingga akhirnya aku kuat untuk kembali berlari mengikutimu"

Bersandar, ternyata hal ini yang aku inginkan, tapi apakah lelah ini akan hilang hanya dengan bersandar? tak ada yang aku pikirkan, hanya beristirahat sejenak, menunggu aba-aba darimu untuk segera kembali berlari.

No comments: