Satu...
Marah.
Merasa diperbudak keegoisan.
Kalau otak sudah buntu, tidak mau cari jalan lain?
Dua...
Takut.
Hasil akhir akan bagaimana?
Jika tidak sesuai harapan.
lantas dibilang mengecewakan.
Menyia-nyiakan.
Sayang bisa jadi sia-sia?
Tiga...
Rindu.
Sangat.
Kamu.
Thursday, June 21, 2012
Thursday, May 10, 2012
Dan ketika aku menjawab "IYA" sebuah rasa telah tercipta.
Bukan aku.
Bukan kamu.
Tapi kita.
Bukan aku.
Bukan kamu.
Tapi kita.
Label:
Personal Life,
Reality
Wednesday, May 9, 2012
kamu yang mengusik hati
Ini konyol, tanpa sebab akibat aku memikirkanmu, eh tidak, kamu yang membuat aku jadi begini, rasa dalam hatiku yang tadinya mengendap, lalu kamu datang tiba-tiba mengeruhkannya, dan sekarang aku mencoba membujuk dan meyakinkan hati..
Aku menikmati rasa ini, awal rasa berkata "Sudahlah, Jalani saja...." the simple words i guess, tapi apakah ini hanya DIJALANI saja???? entahlah....
Sometimes i feel unhappy, mencoba memberanikan diri menikmati semua rasa, dan menunggu saat itu datang, bahkan tak tahu sampai kapan. Rasa ini sungguh tidak enak..
Resah ? Iya...
Gelisah ? Sering...
Galau ? Hampir tiap hari...
So what to do ??? Dunno...
Aku bukan tidak berbahagia dengan semua yang telah aku punya, hanya saja ada satu hal yang menjadi keinginan yang belum atau mungkin tak mungkin akan terwujud..
"Arghh memikirkanmu lebih lama bisa membuatku semakin sesak dan tersiksa"
Aku juga ingin berucap.
"Ok, sampai ketemu, jaga diri, jaga hati, HATIKU"
Aku tak tahu apa aku harus menjalani ini, ataukah aku harus menunggu saja. Entah kapan bisa bertemu, waktu terus berjalan, dan Yaa JALANI SAJA....!!
Tapi apa benar kita akan bertemu? Mungkin... Kelak - Di suatu waktu yang tidak jelas entah kapan, atau malah sebaliknya, tidak sama sekali.. Bertemu ataupun tidak denganmu, aku hanya ingin menunggu dengan tenang disini.. Ku resapi tiap hembusan nafas yang berharap kamu akan ada dihadapanku, tersenyum kemudian memelukku dan berucap "semua akan baik-baik saja sayang."
Aku ingin sekali berteriak, aku ingin kamu tahu, gelisahku karenamu, tolong dengar ini...
Mohon tenangkan aku, sekali lagi, dan mengerti jika aku menunggu untuk rasa yang sedang aku resasi sejak awal aku mengenalmu, memastikan jawabmu mau atau tidak, iya atau bukan.."
Aku tidak berani berbuat lebih konyol dari ini, menarik perhatianmu, atau sekedar memintamu untuk mencintaiku. Aku hanya bisa diam, kaku membeku, hanya tersenyum menahan semua.. Haruskah ku berusaha lebih keras dari ini, lalu bagaimana???
Label:
Personal Life
Monday, April 23, 2012
Menyapa Tuhan
Selamat pagi Tuhan...
Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, karena sampai hari ini kamu masih memberikan aku kesempatan menghirup udara pagi ini.
Tuhanku yang sangat baik...
Aku selalu dan selalu percaya kamu mendengar doaku, doa yang tiap hari aku ucapkan dalam peraduan suci kepadamu. Doa yang selalu ku pinta, dan aku tahu kamu mendengar dan mengingat doaku, karena doaku hanya satu itu saja. Doa yang selalu aku ulang setiap kali aku datang padamu. Permintaanku tidak sulit kan, Tuhan?
Tapi... apa mungkin kamu sudah mengabulkannya, hanya saja aku yang tak merasa. Tuhan, aku sangat ingin berada dipelukmu, kemudian bersandar dibahumu, tolong tenangkan aku Tuhan.
Tuhanku yang maha memberi pertolongan...
Aku sudah lelah dengan setumpuk kepingan hati yang terbeban dipundakku. terasa sangat berat, aku tak kuat.
Tuhanku yag maha pengasih lagi maha penyayang...
Tolong jangan marah padaku, aku memelas dan menangis, memohon agar doaku kamu kabulkan. Pasti kamu melihat betapa rapuhnya aku sekarang. Ya, inilah aku dengan hati yang hampir mati, tapi kamu bisa menyembuhkannya kan, Tuhan?
Ampuni aku ya Tuhan, beri aku jalan didepan, jalan kemana seharusnya aku melangkah. Aku tahu kamu mengerti.
Tuhan kabulkan doaku.
Amin ya robbal alamin...
Aku tahu kamu mencintaiku, jadi mohon lindungi aku.
Terima kasih, Tuhan.
Label:
Note to Self,
wishes
Friday, April 20, 2012
Mr.Silent
"Aku sudah di depan rumahmu..." suara yang baru saja terdengar dari telepon selularku.
"Oh, oke, aku keluar sekarang, tunggu." jawabku.
Seseorang yang memang sedari tadi aku tunggu kedatangannya, akhirnya datang juga.
"Dari mana?" tanyaku.
"Abis nongkrong tadi sama teman-teman, ini nyempetin waktu buat ketemu kamu."
"Ehmmm, trus seharian ini ngapain aja?"
"Biasa aja, kerja, pulang, nongkrong trus ketemu kamu."
Seperti biasa jawabanmu yang selalu singkat, kamu tidak suka banyak bicara, dan lebih sering diam. Sehingga aku sering bertanya tentang ke-diam-an-mu, tapi kamu menjawab dengan tenang jika semuanya baik-baik saja, kalau sudah begini akupun tak tahu harus berbuat apa. Entahlah walau hanya sekedar menatap mata dan menyaksikan senyum dari bibirmu, aku bahagia.
"Kamu jangan diam terus dong, aku bingung kalo kamu diem kaya begini."
"Aku nggak kenapa, beneran."
Bukan hanya malam ini kita seperti ini, setiap kali kita punya waktu untuk berdua, kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk diam-diam-an. Tapi tak apa, saat diam itu, kamu menggenggam tanganku, tak sedikitpun kamu lepas sampai akhirnya kamu pamit untuk pulang. Saat kamu genggam tanganku, saat kamu berada dijarak sangat dekat denganku, saat itu juga aku merasa tenang, merasa nyaman. Dan sesekali kamu berikan aku kecupan dikening, kusandarkan kepalaku dipundakmu, memberi isyarat jika aku nyaman saat bersamamu. Adakah kata yang lebih penting yang dapat menggambarkan perasaan saat itu.
"Aku pulang yah, udah larut malam.." katamu.
"Nanti dulu yah, sebentar lagi." pintaku.
"Besok kita kita ketemu lagi, sekarang kamu istirahat yah, aku sayang kamu."
"Baiklah, hati-hati yah, sayang kamu."
Subscribe to:
Posts (Atom)