Showing posts with label Personal Life. Show all posts
Showing posts with label Personal Life. Show all posts

Thursday, September 21, 2017

Kangen Ibu (Mertua)

Tepat 3 minggu Ibu (mertua) meninggalkan kami semua :( dan rasanya masih gak percaya kalau beliau sudah tiada. Tapi kenyataan ini harus ikhlas diterima, yang pasti ibu sudah gak sakit lagi dan sudah tenang & bahagia ada di surga rumah Tuhan, amin.
 
Kangen ibu, itu yang tiap hari aku rasakan, ibu itu baik banget semenjak kenal beliau dulu dari awal pacaran sama suami saya, beliau udah aku anggap jadi ibu sendiri. Kebaikannya, pengorbanannya, kasih sayangnya masyaallah luar biasa sekali kepada kami anak2nya, bukan hanya kepada kami juga kepada oramg lain yang dikenalnya. Pengabdiannya menjadi seorang guru di sebuah sekolah SLBN (Sekolah Luar Biasa Negeri) menjadikan dia sosok yang sangat penyabar, ulet dan tangguh.
 
Belum lagi kasih sayangnya yang berlebih kepada anak kami Jovin, cucu kesayangan yangti banget. Tiap liat Jovin selalu terlintas bayangan ibu, Jovin yang semakin hari semakin banyak perkembangan tapi kami sudah tidak bisa berbagi informasi mengenai tumbuh kembang cucunya :( ada sesuatu yang hilang, dan itu tak akan pernah tergantikan.
 
Tuhan punya rencana yang baik untuk umatnya. Kami sayang ibu, tapi ternyata Tuhan lebih sayang beliau. Insha allah kami ikhlas, karena ibu sudah hilang sakitnya, udah bahagia di rumah Tuhan di surga.
 
Tuhan tolong sampaikan rasa rindu ini kepada ibu, katakan kalau kami anak-anaknya saya sekali kepadanya, dan tak putus doa kami untuk ibu kami tercinta.
 
Alfatihah...............

Friday, November 20, 2015

Edisi Kangen

Aku kangen, kamu siapa?
.
.
.
Yah kira-kira seperti itulah perasaan yang saya alami sekarang. Rinduwuwuwu~ rindu suami yang udah seminggu tak bertemu, dan masih tersisa 2 minggu lagi bisa bertemu, uwuuuh! :(

Kenapa bisa On-duty 3 minggu sih?! biasanya juga cuma 2 minggu. Jadi ceritanya, temen satu angkatan di SDC (Site Document Control) ada yang lagi ngambil Certificate Welding Inspection di Jekardah, kurang lebih sebulan setengah ikut pelatihan disana, jadi aja kita SDC yang lain nge-back up kerjaannya dia selama dia gak on-duty di site. Lumayan lah ya extend day seminggu bayarannya bisa buat beli bedak, lipstik, dan hal lainnya, bhahahahak. Alhamdulillah rejeki istri yang sayang suami. :*

Seminggu berlalu, nasib baik semua kerjaan aman dan lancar, cuma kangennya aja yang ugal-ugalan. Kerjaan tiap hari ngitungin tanggal aja kapan off-nya kok terasa lama sekaliiii~

Oh waktu cepatlah berlalu, aku rindu ingin bertemu...

Sunday, August 2, 2015

Yang Orang lain harus tahu

Haloo Bloggers,

Tulisan kali ini bercerita tentang perasaan yang barusan saya rasain, sebel campur nyesek, pengen ngeluangin lewat tulisan kali aja bisa sedikit lega.


Saya kurang faham kenapa saat sudah menikah pasti ditanya soal anak? Dulu jaman masih jomblo ditanya kapan punya pacar, udah punya pacar ditanya kapan nikah, udah nikah ya terus juga ditanya-tanya terus sampai negara api menyerang (lagi). Emang harus ya ditanya begitu?!

Terus kalo udah setahun, dua tahun, bahkan sampai bertahun-tahun nikah belum punya anak lalu dianggap gak wajar? Kenapa ya??

Saya belum punya anak, saya hampir 2 tahun menikah, dan sudah 2 kali juga keguguran dan mengharuskan saya kuretase, dan banyak yang gak tahu history kehamilan saya, dan saya memang gak woro-woro harus ngasih tahu ke orang-orang, hanya sedikit sahabat saya saja yang mengetahui hal itu. Setelah 2 kali keguguran, saya gak ngotot pengen punya anak, bukannya gak pengen sih, saya lebih kearah yang biasa saja.Saya berfikir santai, mungkin Tuhan belum ngasih aja. Makanya saya heran kenapa punya anak seakan menjadi suatu keharusan mutlak! Sebenarnya malah lebih enak ngasih alasan untuk gak punya anak. Tapi kalo gak punya anak juga rasanya lingkungan memandang sebelah mata.

Kata mereka, punya anak itu enak, membahagiakan. Buat saya, punya anak sama kaya punya, katakanlah punya pulau pribadi. Saya gak pernah punya, dan gak pernah tau kenapa para milyuner senang punya pulau pribadi dengan harga yang puluhan bahkan ratusan milyar. Dan sayapun gak merasa perlu iri atau sedih karena saya gak punya pulau pribadi. Ya seperti itu...

Saya juga gak merasa perlu iri dengan kebahagiaan orag lain yang sudah punya anak. Toh saya sekarang juga udah punya banyak hal yang patut disyukuri kok. Dan mereka yang punya anak juga gak perlu iri sama apa yang saya punya. Rejeki itu udah ada yang atur, jadi gak perlu risau sama apa yang orng lain punya.

Saya biasa aja, gak ngebet pengen punya anak, tapi entah kenapa malah lingkungan saya yang lebih ngebet saya punya anak. Dan itu kadang mengganggu saya. Saya ini orangnya rada-rada Woman of Pride, jadi ketika saya belum punya anak dan orang mengganggap saya berkekurangan, saya merasa "terluka".


Sekali lagi, saya bukannya gak pengen punya anak. Saya mau, tapi kalo belum, yasudahlah. Gak perlu diperpanjang dan dipandang "tidak wajar", apalagi samapi dikasihani. Apalagi diminta berobat macam-macam, disuruh kesini, disuruh kesana. Belum, saya belum se-niat itu.

Tuhan mungkin belum ngasih rejeki berupa anak, mungkin Dia mau ngasih saya rejeki-rejeki yang lain dulu, amiiiiin.

Friday, September 26, 2014

Never say goodbye when you still want to try.
Never give up when you can still take it.
Never say you don't love them when you can't let go.

Friday, August 29, 2014

Dear God...

I know I am not perfect but thank you for loving me anyway.

Sunday, August 17, 2014

Menyerah

Mungkin seseorang menyerah pada suatu hubungan karena dia tahu orang yang sedang dia perjuangkan tidak memperjuangkannya.

Tuesday, June 3, 2014

"I HATE YOU, FOR MAKING ME WANT YOU SO MUCH" - twilight

Thursday, May 1, 2014

Maaf

Minta maaf tulus sekalipun terkadang jika hati sudah terluka rasanya sulit untuk memberi maaf, kenapa?


Monday, January 13, 2014

Kita semua mempunyai kebahagiaan masing-masing,
Sayangnya...ada beberapa orang yang baru bahagia ketika dia berhasil merampas kebahagian orang lain.

Jika sudah begitu,
Apa kamu bahagia?

Thursday, October 31, 2013

Happiness

Bahagia itu ketika Tuhan menjawab doamu

Tapi,

Akan lebih membahagiakan ketika kamu adalah jawaban dari doa seseorang. 

:')

Monday, December 31, 2012

Hadiah Akhir Tahun

Tuhan menghadiahkan aku sesosok Kamu.
Aku kagum dengan cara-Nya yang telah mempertemukan kita.
Kita bertemu tepat disaat kita memang saling mendamba, ingin berarti.

Adakah hadiah spesial selain dari ini?
Cinta yang baik dari seseorang yang tulus memberikan hatinya untukmu.

Terima kasih Tuhan untuk hadiah akhir tahunnya.
Aku bahagia bisa mendapatkannya.
Dan aku mencintainya.

Friday, December 28, 2012

Hei Kamu...

Hei Kamu...

Aku kangen, Kamu siapa?

Hanya bisa membayangkan saat ini kamu lagi bersamaku, sekarang. Seperti malam itu, merebahkan kepalaku didadamu, mendengarkan degup jantungmu, menatap matamu, memeluk tubuhmu, kemudian merasakan bibirmu, pelan, sedikit, cepat dan banyak, seluruhnya.

Hei Kamu, Aku ingin Kamu, Sayangku...

Friday, December 21, 2012

Rasanya seperti....

Rasanya seperti mandi air hangat setelah hari yang berat.

Rasanya seperti cuci muka dengan air es setelah berlarian di stadion puluhan kali.

Rasanya seperti sekoteng hangat di dini hari dengan hujan yang lebat.

Rasanya seperti es teh manis setelah puasa tapi lupa sahur.

Rasanya seperti itu...

Menyenangkan.

Menenangkan.

Menyembuhkan.

Yaa...Rasanya seperti itu ternyata, kembali jatuh cinta.

:'D

Wednesday, December 19, 2012

Terima Kasih Tuhan

Tuhan sedang bekerja, ketika aku berhenti berdoa dan hilang harap atas apa yang aku minta. Dia kirimkan kamu untuk aku kembali merasakannya, CINTA. Aku menemukannya diantara sisa-sisa asa, seseorang yang tidak pernah aku duga sebelumnya, seseorang yang Kau pilih untuk mengisi kekosongan hati. Tapi itulah cinta, yang selalu datang tiba-tiba. Terima kasih Tuhan, aku cinta dia. :')

Sunday, November 25, 2012

Surat Untuk Bumi #4

Jangan pernah berfikir jika aku akan melupakanmu. Tidak akan bisa, tidak akan pernah bisa. Setelah aku kehilanganmu tentu saja aku masih menyimpan semua memori tentang kita. Kemudian terfikir untuk menulis surat ini, yang akupun tak tahu harus ku alamatkan kemana.

Apa kabarmu sekarang?
Aku tahu kamu sudah bahagia disana, tentunya kamu berada ditempat ternyaman yang pernah ada.
Walau kamu jauh, kamu masih mengingatku kan? mengingat semua kenangan-kenangan itu? kenangan kita.
Ah, aku mungkin mengada-ada...
Berharap kamu merindukanku juga.

Masih kecewa?
Akupun.

Masih belum bisa memaafkan?
Tak apa.

Jika membenciku bisa membuatmu bahagia, benci aku sebisamu.

Kamu mau tahu bagaimana keadaanku sekarang? Oh, kamu sudah tahu. Beginilah aku sekarang, mungkin ini kutukan dari semua kesalahan yang aku perbuat, aku terima kok, kamu tak perlu kasihan, apalagi memberi bantuan.

Tolong lihat aku dari kejauhan, aku buktikan jika nanti aku akan bahagia sama sepertimu, walau dengan seseorang yang lain, seseorang yang rela berkorban apa saja demi aku, seperti yang kamu lakukan untuk aku dulu.

Semoga kita bisa bertemu lagi yah, entah kapan dan dimana biar Tuhan yang tentukan jalannya.

Saturday, November 24, 2012

Aku.........Kamu

Aku rindu kamu...
Tapi tak berani mengatakan.

Aku sayang kamu...
Tapi tak berani memperlihatkan.

Aku cinta kamu...
Tapi tak berdaya dengan keadaan.

Karena aku tahu satu hal,
Kamu tak menginginkanku seperti aku menginginkanmu.

:'(

Tuesday, November 6, 2012

You were a dream...

Then, a reality...

Now, a memory...

:')

Monday, November 5, 2012

Terima Kasih

Atas cinta yang telah kau ajarkan
Meski mungkin kau tak menyadarinya
Membuatku kembali merasa berarti
Terima kasih...

Hati ini telah belajar mengasihi
Telah belajar bagaimana cara bersabar
Dan menghargai sesosok insan dalam hidup
Walau akhirnya berujung pada perpisahan
Terima Kasih...

Andai saja kau mengerti ungkapan isi hati
Memahami setiap kata yang terucap
Mohon dengarkan aku...

Untuk semua yang pernah kau berikan
Sekejap waktumu, berarti untukku
Terima Kasih...

Tuesday, October 16, 2012

Aku jatuh cinta lagi?

Belum...

Tapi sepertinya akan...

Ya, aku memulainya dari sini.

Lalu bagaimana?

Nikmati saja rasanya. :)